Menikmati Dinginnya Udara Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Ini adalah lanjutan trip kita, setelah rafting di Sungai Serayu, Banjarnegara, kita ke Dieng, Wonosobo.

Sabtu, 4 Februari 2017, kita berangkat jam 4 sore meninggalkan Sungai Serayu menuju Dieng. Jalanan yang berkabut disertai hujan, mengurangi jarak pandang kita waktu itu. Alhamdulillah, setelah kurang lebih 2 jam perjalanan, sampailah kita di homestay.

Suhu di dataran Dieng bukan main dinginnya. Ditambah hujan deras, makin menusuk tulang rasanya. Airnya pun seperti air es. Kalo ke sini, wajib bawa jaket tebal, kaos kaki, sarung tangan, kupluk. Saya udah pakai semua, tetep aja kedinginan hahaha… Untung bawa sleeping bag kesayangan, jadi bisa tidur nyenyak.

Homestay yang kita tempati memiliki 5 kamar tidur, 2 kamar mandi dan dapur. Karena ada dapur, jadi kita bisa masak. Kita patungan buat beli bahan masakan. Ada banyak juru masaknya, kalo saya tinggal makannya aja haha.. Kita masak nasi, kentang goreng, perkedel, mie, telur dan sayur dan lain-lain. 

Singkat cerita, keesokan harinya, jam 4 subuh kita berangkat ke Puncak Sikunir untuk lihat sunrise. Sikunir merupakan sebuah bukit yang memang letaknya di desa tertinggi di Jawa, Desa Sembungan, Dieng, Wonosobo. Terbayang kan, dinginnya kayak apa, udah mah di desa tertinggi, udah gitu jalan di waktu subuh, gokil!

Untuk sampai ke atas, kita jalan kaki, melawati jalur yang sudah permanen. Kira-kira butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk sampai di atas. Hmmm.. Mentari pagi ini nampaknya malu menunjukkan jati dirinya haha… Sunrise yang kita incar tertutup awan, karena memang pagi ini cukup mendung dan semalam hujan deras. Walaupun begitu, kita happy foto-foto wkwkwk…

Salam hangat dari kami yang kedinginan wkwkwk…
Viewnya bagus kan? Apalagi modelnya, uhuk..
Ini di Bukit Sikunir juga, tapi viewnya Telaga Cebong.

Saya beli baby potato yang banyak dijual di sepanjang jalan menuju bukit Sikunir. Dieng memang terkenal dengan kentangnya yang pulen.

Kalo ke sini, jangan lupa cobain kentangnya yaaa…

Puas foto-foto di Sikunir, kita menuju kompleks Candi Arjuna. Pada saat kita datang, ada satu Candi yang saya liat sedang diperbaiki, mungkin sedang direnovasi kali ya? Salah saya sih, gak tanya sama orang-orang di situ hehehe…

Ini candi yang lagi diperbaiki itu…
Bagus ya 😍😍😍
Ayo semuaaa, lihat kamera! 1, 2, 3, cekrek!!

Oh ya, jangan lupa untuk mencoba buah khas Dieng yaitu Carica. Carica adalah buah seperti pepaya tapi bentuknya agak bulat, ukurannya lebih kecil dari pepaya. Carica diolah dan dijual dalam bentuk manisan. 

Beli manisan Carica di deket homestay.

Selesai sudah jalan-jalan kita di Dieng. Saatnya kembali ke Jakarta. See you on the next trip!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s