Eksplor Medan Bagian 1: Jadi Raja Sehari di Kesultanan Deli, Istana Maimun.

Kamis, 14 Agustus 2014 untuk pertama kalinya saya mengunjungi kota Medan. Saya berangkat pada malam hari dan tiba disana dijemput oleh adik saya. Sebenarnya keberangkatan saya ini dalam rangka menghadiri acara wisuda adik saya tersebut di salah satu perguruan tinggi di Medan, namun tidak ada salahnya bila saya menyempatkan jalan-jalan di kota ini.

Masjid Raya Al-Mashun
Masjid Raya Al-Mashun

Jum’at, 15 Agustus 2014 saya berkesempatan sholat jum’at di Mesjid Raya Al-Mashun, mesjid dengan arsitektur yang mengagumkan. Setelah sholat jum’at, saya pergi ke salah satu tempat yang mencuri perhatian saya yaitu Istana Maimun.

Istana Maimun adalah Istana kebesaran Kesultanan Deli dengan warna kuningnya (kuning merupakan warna kerajaan Melayu) dan khas gaya Melayu di pesisir timur. Ia merupakan salah satu landmark yang terkenal di Medan, Sumatera Utara. Istana ini dirancang oleh seorang arsitek Italia dan dibangun pada tahun 1888 semasa pemerintahan Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah (Sultan Deli ke 9). Sampai sekarang, Istana Maimun masih dihuni oleh keluarga Kesultanan Deli.

Istana Maimun
Istana Maimun

Istana Maimun terbuka untuk umum. Awalnya saya pikir hari Jum’at itu tutup karena ketika saya berkunjung setelah sholat Jum’at, Istana Maimun benar-benar sepi. Tapi saya salah, sekitar 30 menit kemudian malah ramai sekali.

Di dalam istana banyak dipamerkan foto-foto keluarga Kesultanan Deli, perabot rumah tangga, senjata, baju Kesultanan, mahkota, bahkan ada singgasana. 

Yang paling menarik adalah ada jasa penyawaan baju-baju Kesultanan berikut jasa foto untuk mengabadikan. Wah, saya senang sekali!

Harga sewa baju adalah Rp10.000,- sedangkan untuk berfoto biayanya gratis, namun bila fotonya ingin dicetak, harganya Rp10.000,- per foto. Murah sekali kan..

Baju Kesultanan Deli
Baju Kesultanan Deli

Tanpa berpikir panjang, saya langsung memilih baju yang akan saya kenakan. Saya memilih baju warna hitam metalik, lengkap dengan ikat kepala, asesoris dan senjata. Sedangkan adik saya mengenakan baju warna gold.

Ini adalah pengalaman paling mengesankan karena fotonya bisa dibawa pulang, sebagai kenang-kenangan bahwa saya pernah jadi Sultan Deli, walaupun sehari.

Berkunjung ke Medan, tak lengkap rasanya kalau ga nyicipin durian hehe.. Saya ditemani adik saya dan Alhamdulillah ada teman-teman asli Medan yang ikut gabung menemani ke suatu tempat bernama Pelawi Durian.

Ada beberapa rasa Durian yang ditawarkan, saya pilih rasa manis-manis.
Ada beberapa rasa Durian yang ditawarkan, saya pilih rasa manis-manis.
Bersama Icha, Rifa dan Adik.
Bersama Icha, Rifa dan Adik.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s